TASK 1
Under
this discourse on modernity, powerful nations often exert a considerable
influence in shaping the perceptions of what constitutes reality, which is
often manifested in different tangible forms, of being the use of language.
Dalam pidato tentang kemodernan, bangsa yang sangat kuat sering
menggunakan pengaruh yang sungguh-sungguh pada pembentukan persepsi dari apa
yang membuat kenyataan, yang sering diinfestasikan pada bentuk perbedaan yang
nyata, dari sebuah penggunaan bahasa.
Such
is the case where are you now celebrating the craze of the use of the English
language or, to borrow American linguist Stephen Krashen’s term, “English
fever” in our education landscape.
Seperti pada masalah ini dimana kamu sekarang merayakan kegilaan
dari penggunaan bahasa inggris atau, untuk meminjam ahli bahasa amerika istilah
dari Stephen Krashen, “Demam Bahasa Inggris” pada ladang Pendidikan kita.
There
is a growing tendency among both the elite classes and society at large to
consider everything with an international-sounding name as a panacea for our
troubling education system, which has long been marred with never-ending
unnecessary and often counter-productive disputes.
Ada sebuah kecenderungan pertumbuhan antara keduanya kelas elit
dan sosial yang bebas untuk mempertimbangkan segalanya dengan sebuah nama suara
internasional sebagai sebuah obat mujarab untuk masalah sistem Pendidikan kita,
yang sudah lama dirusak denga tidak berakhirnya yang tidak perlu dan sering
berselisih yang kontra-diktif.
While
there is no question that as a nation in the pursuit of modernity, we need to
be progressive in our efforts to advance our education system, we must not
allow ourselves to become enmeshed and disoriented in this globalized world.
Ketika tidak ada pertanyaan bahwa sebagai sebuah bangsa di dalam
mengejar modernitas, kita perlu menjadi progresif di dalam keinginan kita untuk
memajukan sistem Pendidikan kita, kita tidak harus mengizinkan diri kita
sendiri untuk menjadi terjerat dan menjadi bingung di dalam dunia global ini
Source: Mr. Wahyu
Komentar
Posting Komentar