TASK 5

CERITA RAKYAT “ASAL-USUL KOTA SURABAYA”
PEOPLE’S STORY “ORIGIN-PROSPECT OF SURABAYA CITY”

Pada zaman dahulu, di sebuah lautan. Hiduplah dua hewan buas yang sama-sama angkuh dan tidak mau kalah. Kedua hewan tersebut adalah seekor ikan hiu dan seekor buaya. Mereka sering berselisih dan berkelahi ketika memperebutkan makanan. Karena keduanya sama-sama kuat, ganas, dan sama-sama cerdik. Perkelaihian pun berlangsung sangat lama. Setelah bertarung berkali-kali dan tetap tak bisa saling mengalahkan, Hiu Sura dan Buaya itu pun mengadakan kesepakatan. Karena, kedua hewan tersebut sudah merasa bosan dan Lelah jika harus berkelahi. Akhirnya, keduanya sepakat mengadakan perjanjian tentang pembagian area kekuasaan.
In ancient times, in an ocean. Live two wild animals that were both arrogant and did not want to lose. The two animals were a shark and a crocodile. They often quarreled and fought when fighting over food. Because both were equally strong, fierce, and equally clever. The study lasted very long. After fighting many times and still unable to defeat each other, the Sura Shark and Crocodile made an agreement. Because, the two animals already felt bored and tired if they had to fight. Finally, the two agreed to enter into an agreement regarding the division of power.

Dengan adanya perjanjian tersebut. Kedua hewan tersebut tidak pernah bekelahi lagi. Karena, keduanya sudah sepakat untuk berdamai, dan saling menghormati daerah kekuasaanya masing-masing. Namun, selang beberapa waktu yang sudah cukup lama. Ikan-ikan yang menjadi mangsa Hiu Sura mulai habis di lautan kekuasaannya. Akhirnya, ia pun bersembunyi-sembunyi mulai mencari mangsanya di muara sungai agar tidak diketahui oleh Buaya. Namun, lama-kelamaan Buaya pun mengetahui bahwa Hiu Sura sudah melanggar perjanjiannya.
With the agreement. The two animals never fought again. Because, both of them have agreed to make peace, and respect each other’s areas of authority. However, after long time. The fish that become prey of Hiu Sura began to run out in the ocean of his authority. Finally, he was secretly starting to search for prey at the mouth of the river so that it was not known by crocodiles. However, over time the crocodile also known that Sura Shark had broken the agreement.

Karena ulah Hiu Sura yang melanggar perjanjian. Akhirnya, mengakibatkan pertarungan yang sangat sengit antara kedua hewan tersebut. Mereka saling gigit, menerkam dan memukul. Buaya mendapat gigitan Sura di ujung ekor sebelah kanan, sehingga ekor tersebut selalu membengkok ke kiri. Sedangkan Sura tergigit ekornya hingga nyaris putus.
Because of the actions of Sura Sharks which violated the agreement. Finally, it resulted in a very fierce battle between the two animals. They bit each other, pounce and hit. Crocodile gets a sura bit at the right and of the tail, so that the tail is always bent to the left. While Sura was bitten by her tail until she almost broke up.

Karena, sudah sama-sama terluka sangat parah. Keduanya menghentikan perkelahian tersebut. Hiu Sura pun mengalah dan kembali ke daerah kekuasaanya. Buaya yang menahan rasa sakinya pun merasa menang karena sudah mempertahankan daerah kekuasaanya.
Because, both of us had been injured. Both of them stopped the fight. Sura sharks relented and returned to their territory of authority. The crocodile who held back his sense of pocket felt victorious because he had maintained his are of authority.

Setelah perkelahian yang sangat sengit tersebut. Kedua hewan itu terluka sangat parah dan akhirnya keduanya mati.
After that very fierce fight. The two animals were severely injured and finally both died.

Pertarungan antara ikan Hiu yang bernama Sura dengan Buaya ini sangat berkesan di hari masyarakat Surabaya. Namun ada juga yang berkata Surabaya berasal dari kata Sura dan baya. Sura berarti jaya baya selamat jadi Surabaya berarti selamat dalam mengadapi bahaya.
The fight between sharks named Sura with crocodile was very memorable in the days of Surabaya people. But there are also those who say Surabaya comes from the words Sura and Baya. Sura means that Jaya Baya being happily to be Surabaya means surviving in the face of danger.




By: -

Komentar